Skip to main content

Kembali Kepada Al Quran dan As Sunnah Bagian 2


Semoga Bermanfaat, Silahkan Share jika dirasa bermanfaat dan semoga mendapatkan pahala jariyahnya. Masukan dan Saran Serta Kritik Membangun sangat diharapkan ke email : tujuanmucom@gmail.com Simak Juga Artikel Kami Lainnya di Channel Youtube : https://www.youtube.com/c/TopChannelOne Play List Kajian Sunnah di Youtube : https://www.youtube.com/playlist?list=PLIJQYJ-Cz_XkX6L_nhAGqOAX9FX9MDKQQ Update Blog Kajian : https://griyakajiansunnah.blogspot.com Label : al qur'an dan sunnah, al qur'an dan sunnah sebagai sumber ajaran islam, pertanian menurut al-qur'an dan sunnah, pendidikan al qur'an dan as sunnah tingkatan 4 kssm, pendidikan al qur'an dan as sunnah spm, pendidikan al qur'an dan as sunnah tingkatan 5, pendidikan al qur'an dan as sunnah tingkatan 4, al quran dan sunnah jadi panduan, alam jin menurut al qur'an dan as sunnah

Popular posts from this blog

Bersin Namun Tidak Mengucapkan ‘Alhamdulillah’

  KAJIAN ISLAM TENTANG BERSIN NAMUN TIDAK MENGUCAPKAN ‘ALHAMDULILLAH’ Bab 419 membahas tentang bersin. Orang yang bersin tidak selalu disebabkan oleh flu, bisa saja karena hal lain. Dalam bab ini, Imam Bukhari menjelaskan bahwa jika seseorang bersin namun tidak mengucapkan “Alhamdulillah,” maka dia tidak didoakan oleh orang lain. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, عطس رجلان عند النبي صلى الله عليه وسلم فشمت أحدهما ولم يشمت الآخر فقال شمت هذا ولم تشمتني قال إن هذا حمد الله ولم تحمده “Ada dua orang yang bersin di sisi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Salah satunya didoakan, sementara yang lainnya tidak didoakan. Orang yang tidak didoakan itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau mendoakan dia tetapi tidak mendoakan aku?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Orang ini memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), sedangkan engkau tidak memuji Allah.'” (HR. Bukhari) Di sini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan penjelasan kepada orang yang...

Suka Mengutuk Akan Merusak Kepribadian Anak

Salah satu sikap dan kebiasaan orang tua yang dapat merusak kepribadian anak adalah suka mengutuk. Orang tua perlu berhati-hati dengan ucapan, karena ucapan itu bisa menjadi doa. Kadang-kadang, karena kesal atau marah, kita melontarkan kata-kata yang justru menjadi doa buruk bagi anak kita sendiri—doa yang mungkin akan kita sesali di kemudian hari. Kita mungkin akan berkata, “Seandainya aku tidak mengucapkannya.” Namun, jika perkataan sudah keluar dari lisan, maka akan tercatat, karena Allah memerintahkan malaikat hafadhah untuk mencatatnya: وَمَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf [50]: 18). Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dalam melontarkan komentar, ucapan, atau perkataan terhadap anaknya sendiri. Jangan sampai ucapan itu menjadi doa keburukan bagi anak. Kutukan adalah doa buruk yang kita lontarkan kepada seseorang, atau dalam bahasa Al-Qur’a...

Emanuel Adebayor, 13 Alasan Mengapa Saya Memilih Islam